Pada kehamilan yang direncanakan, pasangan suami istri dapat menentukan dengan sendiri jenis kelamin bayi dengan mengetahui teknik dan cara memilih jenis kelamin bayi. Setelah ibu dinyatakan hamil, tentunya pasangan suami istri harus menunggu hingga kehamilan berusia 7 bulan untuk mengetahui jenis kelamin bayi dan sukses tidaknya cara memilih jenis kelamin bayi yang dipraktekkan sebelumnya. Namun demikian perlu ibu ketahui bahwa USG tidak menjamin akurasi 100% untuk melihat jenis kelamin bayi. Ada cara lain untuk mengetahui jenis kehamilan bayi tanpa USG. Seperti apakah caranya?
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menebak jenis kelamin tersebut adalah:
Mengalami mual-mual parah selama trimester pertama itu pertanda akan mendapat bayi perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami mual-mual parah atau tingkat mualnya rendah pertanda anak laki-laki.
Tonjolan perut tinggi (runcing) pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika tonjolan perut rendah pertanda anak perempuan.
Tubuh terasa lebih bengkak terutama pada paha dan pinggul dipercaya sebagai tanda anak perempuan yang sedang mengambil kecantikan ibunya. Tapi jika kelebihan berat badan cenderung ke depan itu pertanda anak lelaki.
Lebih suka makanan yang mengandung protein seperti daging serta suka makanan yang asin dan asam itu pertanda anak lelaki. Sebaliknya jika suka makanan manis dan buah-buahan pertanda anak perempuan.
Posisi tidur jika lebih suka arah utara dipercaya pertanda anak laki-laki, tapi sebaliknya jika lebih senang tidur ke arah selatan pertanda anak perempuan.
Memang belum ada bukti ilmiahnya, tapi dari pengalaman perempuan-perempuan hamil ciri-ciri tersebut terjadi saat mereka mengandung anak lelaki atau perempuan.
Sumber: berbagai sumber
No comments:
Post a Comment